Home > News > Muslim Eropa Meningkat, Vatikan Kebakaran Jenggot

Muslim Eropa Meningkat, Vatikan Kebakaran Jenggot

Kamis, 09 September 2010 08:07

Pada tahun 2050, jumlah Muslim di Eropa diperkirakan dapat menjadi 20% dari total populasi benua tersebut karena meningkatnya pendatang dan rendahnya angka kelahiran penduduk asli Eropa. (Foto: Spiegel)

VATIKAN (Berita SuaraMedia) – Umat Kristen Eropa harus memiliki lebih banyak anak atau menghadapi prospek dari benua tersebut menjadi ter-Islamisasi, seorang pejabat senior Vatikan mengatakan.

Dengan meningkatnya pendatang Muslim di Eropa, telah membangkitkan kekhawatiran di antara pejabat senior Vatikan. Sebagai benua dengan identitas agama Kristennya, menurunnya angka kelahiran dari penduduk pribumi benua tersebut mebuat sebagian pemimpin Katolik di beberapa negara Eropa khawatir akan hilangnya identitas benua tersebut karena semakin meningkatnya pertumbuhan umat Muslim di Eropa. Sebagian pemimpin agama Kristen dari beberapa negara di benua tersebut angkat bicara dan menyalahkan umatnya sendiri atas ketidakmampuan mereka berpegang teguh pada keyakinan keagamaan mereka. Sementara sebagian pemimpin Katolik di beberapa negara dengan dominasi Kristen membela kebebasan beribadah umat Muslim, beberapa juga berupaya untuk mempertahankan Kristianitas dengan menghimbau umatnya untuk kembali kepada keyakinan mereka.

Bapa Piero Gheddo dari Italia mengatakan bahwa angka kelahiran yang rendah di antara penduduk asli pribumi Eropa digabung dengan sebuah gelombang yang belum pernah terjadi sebelumnya dari para imigran Muslim dengan keluarga besar dapat melihat Eropa menjadi terdominasi oleh Islam dalam ruangan dari sedikit generasi.

“Tantangan tersebut harus dianggap dengan serius,” Gheddo dari Institut Pimpinan Katolik untuk Misi Asing, mengatakan.

“Tentu saja dari sebuah sudut pandang demografik, karena jelas bagi semua orang bahwa warga Italia menurun 120.000 atau 130.000 orang per tahun karena aborsi dan keluarga yang berantakan – sementara di antara lebih dari 200.000 pendatang setiap tahunnya di Italia, lebih dari setengahnya adalah umat Muslim dan keluarga-keluarga Muslim, yang memiliki sebuah tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi.”

Ia mengatakan: “Koran-koran dan program televisi tidak pernah membicarakan tentang hal ini. Bagaimanapun juga, sebuah jawaban harus diberikan di atas semuanya dalam bidang keagamaan dan kebudayaan dan di daerah indentitas.”

Pendeta tersebut menyalahkan umat Kristen karena gagal untuk berpegang pada kepercayaan mereka sendiri dan membantu untuk menciptakan sebuah “kekosongan keagamaan” yang mana sedang diisi oleh Islam.

Ia memprediksikan bahwa Islam akan “lebih cepat dari pada lebih lambat menaklukkan mayoritas  Eropa“.

“Faktanya adalah, sebagai sebuah masyarakat, kita menjadi lebih kafir dari sebelumnya dan kekosongan keagamaan tak terelakkan diisi oleh proposal dan kekuatan agama lainnya,” ia mengatakan.

Pastur Geddho juga menatakan bahwa umat Kristen yang telah lewat batas waktunya juga membuat diri mereka sendiri rentan pada serangan-serangan oleh para sekulerasi.

Ia mengatakan bahwa ketika “praktik keagamaan  menyusut dalam umat Kristen Eropa dan kelalaian menyebar, Kristianitas dan Gereja diserang”.

“Jika kami menganggap diri kami sendiri sebagai negara Kristen, kita seharusnya kembali pada praktik kehidupan Kristen, yang juga akan menyelesaikan masalah kekuasaan yang kosong,” ia menambahkan.

Komentar-komentar dari pastur Gheddo datang hanya satu bulan setelah sebuah kardinal Checnya juga menyalahkan berakhirnya Katolik karena Islamisasi di Eropa.

Pada masa pensiunnya sebagai Uskup Agung Praha awal tahun ini, Kardinal Miloslav VLK mengatakan bahwa umat Muslim ditempatkan dengan baik untuk mengisi kekosongan “yang diciptakan secara sistematis Eropa kosong akan kadar umat Kristen dari kehidupan mereka”.

Ia mengatakan bahwa kecuali umat Kristen bangkit untuk menciptakan ancaman pada kebudayaan mereka mereka akan segera menemukan bahwa mereka tidak lagi memiliki kekuatan untuk membuat tanda mereka di masyarakat.

Ia menyerukan untuk menanggapi ancaman Islamisasi dengan hidup dalam keyakinan keagamaan mereka sendiri dengan lebih taat.

Sementara banyak uskup Katolik Eropa sering membela hak-hak umat Muslim untuk beribadah secara publik yang lainnya lebih tajam untuk melindungi warisan budaya Kristen dari benua mereka.

Tahun lalu Kardinal Jose Giacomo Biffi juga telah mendesak pemerintah Italia untuk memberikan prioritas kepada para migran Katollik daripada umat Muslim dengan tujuan untuk melindungi identitas keagamaan negara tersebut.

Vatikan juga telah menentang Turki bergabung dalam Uni Eropa sebagian karena negara Muslim tidak berbagi dengan warisan budaya Kristen benua tersebut (ppt/tlg) www.suaramedia.com

Advertisements
Categories: News
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: